ERP Implementation – The Counter Strike

Sedikit mundur dari tulisan sebelumnya.
Katakanlah organisasi sudah mendapatkan 3 atau 2 kandidat vendor. Maka tahapan lanjutan yang harus juga diperhatikan adalah

“who is their customers ?”
“how’s their feedback?”

Sebagai contoh, ada perusahaan yang sudah mengaku-aku kalau perusahaan X adalah customer. Seluruh dunia tahu betul perusahaan X ini bukan lagi organisasi bau kencur, tapi sudah kelas nasional, atau bahkan taraf dunia. Namun jangan silau dengan itu semua, lakukan counter check (kalau gak mau dibilang “strike”). Maka Anda bisa mendapatkan jawaban yang di luar dugaan, walau kita menginginkan jawaban yang menyejukkan.

Customer bisa menyampaikan :
– Hati-hati dengan kontrak, Anda harus menuangkannya dengan betul-betul mendetail. Sebab vendor bisa berlindung di belakang kontrak tersebut jika kontrak yang ditanda-tangani tidak detail.
– Perlahan, after sales supportnya kendor, dan akhirnya Anda dibiarkan berlumuran keringat dan darah dalam proses penyiapan laporan bulanan. Eskrim banged yah 🙂
– Lakukan stress test, karena yang akan Anda lakukan berbeda dengan kami. Kami distributed, Anda centralized.

Namun kita juga harus fair, memberikan kesempatan vendor menjawab issu yang disampaikan oleh Customer. Bisa jadi informasi yang disampaikan masuk akal, misal :
– Customer X mengambil paket service pada level silver sehingga action yang dilakukan oleh vendor sudah sesuai dengan paket tersebut.

Pada akhirnya, kita bisa melihat dengan mata kepala (tidak sendirian) secara bersama-sama, baik dari gesture tubuhnya ketika memberikan jawaban atau pun jawaban itu sendiri. Secara nalar, tidak mungkin atau aneh jika ada customer yang puas dengan layanan, kemudian menjelekkan produk yang mereka pakai.

Ada pameo marketing : jika customer puas, paling banyak dia bercerita ke 2-3 temannya. Tapi jika customer kecewa, dia bisa cerita ke minimal 10 temannya.

Karena sejatinya, tahapan presentasi adalah perlombaan siapa yang paling jago ngomong, dan paling hebat dalam meyakinkan pelanggan. Ilmu ini bisa dipelajari, namun tidak cukup banyak orang yang bisa melakukannya. Vendor yang memiliki orang seperti itu sungguh beruntung, sebab mereka sudah menang … minimal 50% atau lebih.

Tahapan ini jangan dibalik, setelah final pilihan vendor, baru dilakukan counter check. Alasannya ? Saya rasa cukup jelas. Sekali lagi, IT hanya fasilitator. Ajak decision maker lain/part of the team untuk melakukan tugas ini.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s