Jangan terlalu cepat

Memang semua yang menggunakan kata “terlalu” pasti ujungnya tidak baik.

Walaupun kata tersebut disebutkan dengan kata lain yang berkonotasi positif.

Misalnya : terlalu cepat, terlalu baik, terlalu kaya, terlalu bijaksana, terlalu pintar.

( walaupun setelah menuliskan hal ini, saya termenung, apa iya tulisan di atas jadi jelek, atau ada ? )

Apalagi kalau kata tersebut disandingkan dengan kata lain yang berkonotasi negatif.

Contoh : terlalu kasar, terlalu lamban, terlalu bodoh, terlalu miskin.

Namun selalu ada pembelaan untuk itu semua.  Pernah dengar / membaca tulisan bgini gak ?

Kalau bos bertindak cepat, itu namanya good decision maker.

Kalau pegawai bertindak cepat, itu gegabah namanya.

Kalau bos bertindak lambat, itu namanya hati-hati.

Kalau pegawai bertindak lambat, itu namanya lamban, bodoh, dungu.

Bagaimana kalau kita ambil jalan tengahnya saja.  Jadi manusia ya tetap harus :

– hati-hati juga, tapi jangan kelamaan dalam memutuskan

– jika mendapatkan berita di zaman information overload seperti sekarang ini, jangan langsung ditelan bulat-bulat, apalagi setelah ditelan, cepat-cepat dishare ke yang lain.

– lakukan tabayyun, coba mencari sumber lain bisa dengan bertanya, membaca, surfing

– tanyakan dulu minimal kepada diri sendiri, biasanya hati nurani akan memberikan judgment penyeimbang

– berpikir kebalikan, apa yang terjadi jika saya lakukan sebaliknya ?

Wallau a’lam.

#sebuahcatatanpribadi

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s