Category Archives: notes

Papa telah pulang

كُلُّ نَفْسٍ ذَائِقَةُ الْمَوْتِ ۗ وَإِنَّمَا تُوَفَّوْنَ أُجُورَكُمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ ۖ فَمَنْ زُحْزِحَ عَنِ النَّارِ وَأُدْخِلَ الْجَنَّةَ فَقَدْ فَازَ ۗ وَمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلَّا مَتَاعُ الْغُرُورِ

Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga maka sungguh ia telah beruntung. Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan. [Ali Imrân/3:185]

Tak sanggup saya menuangkannya dalam kalimat.  Biarlah memory yang menyimpannya.  Syukur alhamdulillah, kesaksian keluarga, tetangga dan teman sepergaulan beliau membahagiakan kami. Semoga kita semua menjadi orang-orang yang beruntung ya Pa. Sampai ketemu lagi nanti.

In memoriam H. Nano Sarasno bin Darmosoewito

14 Sept 1948 – 30 Sept 2015

makam papa

—————————————————————————————————————————————-

Didalam hadits yang diriwayatkan dari al Barro bin ‘Azib bahwasanya Rasulullah saw bersabda,”Berlindunglah kalian kepada Allah dari adzab kubur—beliau menyebutkan 2 atau 3 kali—kemudian berkata,’Sesungguhnya seorang hamba yang beriman apabila akan berakhir (hidupnya) di dunia dan akan mengawali akheratnya maka turunlah para malaikat dari langit dengan berwajah putih seperti matahari dengan membawa kain kafan dan wewangian dari surga dan mereka duduk disisinya sejauh mata memandang. Continue reading Papa telah pulang

Hobi baru (sepeda) Part-2

Setelah menikmati “jarem-jarem” di badan, tangan, paha, dan sekujur badan… saya memutuskan untuk melanjutkan hobi ini.  Caranya ? Berburu sepeda yang “rasa”-nya beda hehehe… (yang belum baca part-1, boleh main kesini ya)

Jalan-jalan ke rodalink, dikompori teman main, cari di internet.  Pilihan rasa dan warna bikin bingung.  Tapi pasti ada batasan dong.  Penyesuaian dengan isi kantong. Akhirnya kesengsem sama Xtrada-4 walaupun saat beli, udah lama muncul Seri Xtrada-5.  Kenapa dipilih yang itu ?

  • Warnanya biru, dari kecil kayaknya Ibu sudah mengarahkan saya dengan benda-benda berwarna biru.  Jadi saya pilih warna ini karena biar inget Ibu juga yang mendoakan dan merestui saya sampai sekarang (jadi melow nih 😥 )
  • Rem sudah hidrolik, cakram depan belakang (ini juga awalnya gak ngerti, cuma dikasih tau yang jual aja)
  • Fork juga udah lumayan lah, daripada lu manyun hehehe…
  • Alasan lainnya ya kantong terbatas.  Ini juga udah diperengutin sama bini.

Continue reading Hobi baru (sepeda) Part-2

Hobi baru (sepeda) part-1

Hobi olahraga baru ini bermula dari pengajian bulanan yang baru dirintis di komplek 4-5 bulan yang lalu.  Selesai pengajian, ada yang koar-koar pake sound system, ngasih kabar kalau besok mau ikutan sepedahan, ditunggu jam 6 pagi kumpul di depan masjid.  Jam 6 kalau di Medan masih gelap.  Tertarik dengan ajakan tersebut, ikut lah…

Sepeda Fatih pun jadi digunakan dengan seadanya. Paling hanya dipompa ban. Bawa minum, pake training, pake topi. Makan apa yang ada di meja sekedar mengganjal perut.  Karena memang kebiasaan saya kalau olahraga gak bisa perut kosong, tapi gak bisa juga kepenuhan isi. Dah berangkat ngumpul di masjid. Wah ternyata lumayan banyak juga nih, kalau gak salah ingat ada sekitar 13 orang. Karena ini layaknya edisi perdana, banyak cengkonek (kata orang Medan, kalo orang Jakarta : tetek bengek) yang disiapkan. Pompa ban sepeda Bapak A, B, C sampai akhirnya berangkat jam 6.30 juga hehehe… Continue reading Hobi baru (sepeda) part-1

Air Terjun Telaga Dwi Warna

Begitulah orang biasa menyebutnya.  Atau air terjun 2 warna, atau telaga 2 warna.

Jarak dari rumah kami di Medan kurang lebih hanya 45 km saja yang memakan waktu kurang lebih satu jam tergantung kepadatan lalu lintas.  Masjid Al Kamal, dan Hill Park dilewati dulu.  Dari sana tinggal sedikit lagi.  Pintu masuk dari Bumi Perkemahan Sibolangit. Begitu masuk, terus sampai mentok pertigaan, kita ambil jalur ke kiri.  Ketemu simpang tiga lagi belok kanan.  Kalau Anda menemukan jalan berbatu, itu sudah benar arahnya. Sebelum jalan berbatu itu, tepat di persimpangannya ada kedai yang memasang spanduk Telaga 2 warna.  Jadi tidak perlu ragu lagi.

Jika Anda berkendara mobil, tempat parkirnya tepat di pemberhentian ujung. Tak ada jalan lagi.  Anda akan langsung disambut oleh penjaga yang mungkin juga guide di sana. Anda akan ditanya mau kemana, berapa orang.  Kami datang berempat : Saya, istri, dan 2 orang laki-laki kelas 6 dan kelas 3 SD.  Tadinya hanya mau berangkat berdua, tapi anak-anak mendesak ingin ikut.  Ya sudah, dengan perjanjian tidak boleh mengeluh capek. Continue reading Air Terjun Telaga Dwi Warna

Memohon yang terbaik dari Allah

🍃🌸Suatu kali seorang anak sedang mengikuti sebuah lomba mobil balap mainan. Hari itu suasana sungguh meriah karena itu adalah babak final dan hanya 5 orang yang masih bertahan, termasuk Dzafah. Sebelum pertandingan dimulai Dzafah menundukkan kepala, melipat tangan dan berkomat kamit memanjatkan doa. Pertandingan dimulai, ternyata mobil balap Dzafah pertama kali mencapai garis finish. Tentu Dzafah girang sekali menjadi juara.

Saat pembagian hadiah, ketua panitia bertanya, “Hai jagoan, kamu pasti tadi berdoa kepada Tuhanmu agar kamu menang bukan?” Dzafah menjawab, “Bukan pak, rasanya tidak adil meminta pada Tuhan untuk menolong mengalahkan orang lain. Aku hanya minta pada Tuhan, supaya aku tidak menangis kalau aku kalah.” Semua hadirin terdiam mendengar itu. Setelah beberapa saat, terdengarlah gemuruh tepuk tangan yang memenuhi ruangan.

Permohonan Dzafah ini merupakan doa yang luar biasa. Dia tidak meminta Tuhan mengabulkan semua harapannya, namun ia berdoa agar diberikan kekuatan untuk menghadapi apapun yang terjadi dengan batin yang teguh.

Sering kali kita berdoa pada Tuhan untuk mengabulkan setiap permintaan kita. Kita ingin Tuhan menjadikan kita nomor satu, menjadikan yang terbaik dalam setiap kesempatan. Kita meminta agar Tuhan menghalau setiap halangan dan cobaan yang ada di depan mata. Tidak salah memang, namun bukankah semestinya yang kita butuhkan adalah bimbingan-Nya dan hikmatNya utk dpt mngerti rencana-Nya yang paling sempurna dalam hidup kita, terutama  saat kita mengalami “kegagalan dan kekalahan” ?

Seharusnya kita berdoa minta kekuatan untuk bisa menerima kehendak Tuhan yang sempurna sebagai yang terbaik dalam hidup, sekalipun mungkin itu sangat tidak mnyenangkan bagi kita..

Berdoa utk menang itu biasa, tapi berdoa utk dpt mengerti kehendakNya saat kita kalah itulah iman yang penuh ketaqwaan & keikhlasan,

Semoga Bermanfaat…

Hati-hati berurusan dengan Imigrasi online

Ceritanya paspor saya sudah mati sejak 2014 lalu.  Kebetulan kantor mau bikin acara untuk bulan April 2015 dan kami diminta untuk menyerahkan copy paspor yang masih berlaku minimal 6 bulan.

Jadilah kami urus pembuatan paspor.  Dengar informasi bahwa pembuatan paspor sudah bisa dilakukan secara online. Search di google pun ada penjelasan dari blog pribadi yang menjelaskan cara pembuatan paspor online. Ok, saya ikuti langkah-langkahnya walaupun tidak 100% sama persis.

Tidak sama bagaimana ? Continue reading Hati-hati berurusan dengan Imigrasi online

Jangan terlalu cepat

Memang semua yang menggunakan kata “terlalu” pasti ujungnya tidak baik.

Walaupun kata tersebut disebutkan dengan kata lain yang berkonotasi positif.

Misalnya : terlalu cepat, terlalu baik, terlalu kaya, terlalu bijaksana, terlalu pintar.

( walaupun setelah menuliskan hal ini, saya termenung, apa iya tulisan di atas jadi jelek, atau ada ? )

Apalagi kalau kata tersebut disandingkan dengan kata lain yang berkonotasi negatif.

Contoh : terlalu kasar, terlalu lamban, terlalu bodoh, terlalu miskin.

Namun selalu ada pembelaan untuk itu semua.  Pernah dengar / membaca tulisan bgini gak ?

Kalau bos bertindak cepat, itu namanya good decision maker.

Kalau pegawai bertindak cepat, itu gegabah namanya.

Kalau bos bertindak lambat, itu namanya hati-hati.

Kalau pegawai bertindak lambat, itu namanya lamban, bodoh, dungu.

Bagaimana kalau kita ambil jalan tengahnya saja.  Jadi manusia ya tetap harus :

– hati-hati juga, tapi jangan kelamaan dalam memutuskan

– jika mendapatkan berita di zaman information overload seperti sekarang ini, jangan langsung ditelan bulat-bulat, apalagi setelah ditelan, cepat-cepat dishare ke yang lain.

– lakukan tabayyun, coba mencari sumber lain bisa dengan bertanya, membaca, surfing

– tanyakan dulu minimal kepada diri sendiri, biasanya hati nurani akan memberikan judgment penyeimbang

– berpikir kebalikan, apa yang terjadi jika saya lakukan sebaliknya ?

Wallau a’lam.

#sebuahcatatanpribadi